RAMADAN : MOMENTUM SELF IMPROVEMENT

/ Maret 10, 2025

 

RAMADAN

Mendengar bulan ramadan, kita pasti akan langsung teringat dengan ibadah puasa dan waktu memperingati wahyu pertama kali turun. Semua manusia berbondong-bondong untuk menjadi lebih taat karena tahu bahwa bulan kesembilan dalam kalender hijriah ini merupakan bulan semua amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Memang seharusnya bulan ramadan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri.


Momen untuk Mengubah Pola Hidup

Di bulan-bulan lainnya, kita terbiasa hiruk pikuk seakan diatur oleh waktu. Padahal setiap kita memiliki total waktu yang sama yaitu dua puluh empat jam. Tapi kita sadari, terkadang kita lalai melaksanakan salat karena masih diburu pekerjaan, di perjalanan dan seabrek kegiatan dunia lainnya. Kita seakan tidak bisa melepaskan diri sebentar saja untuk mendahulukan salat wajib.

Selain itu, kita juga mungkin terbiasa santai dan menunda pekerjaan yang sekiranya masih memiliki deadline yang cukup panjang. Tanpa disadari, tiba-tiba hari berganti. Kita sibuk dengan perkembangan dunia di sosial media. Terkadang lupa bahwa ada anak, istri, suami atau orang tua yang seharusnya lebih banyak kita beri perhatian.

 Apakah itu semua masih kita lakukan selama ramadan ini? Marilah sejenak kita merenunginya. Selayaknya ramadan ini adalah waktu untuk kita kembali menata diri, mengubah pola hidup dan kebiasaan buruk kita menjadi lebih baik.


Momen untuk Memfokuskan Diri

      Adanya puasa di bulan ramadan ini menuntut kita untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Kapan waktunya kita tilawah alquran, salat, belajar, bekerja dan lainnya. Saking terbatasnya waktu ini, kita perlu melatih konsentrasi dan fokus diri dalam melakukan kegiatan. Kita harus bisa mengelola energi dalam diri agar tetap konsisten berkegiatan

      Kita harus memiiliki manajemen waktu yang lebih baik agar ibadah, produktivitas dan Kesehatan tetap dapat berjalan dengan seimbang. Ramadan melatih kita bagaimana ibadah kita semakin berkualitas tapi kita juga dapat terus berkembang.


Momen untuk Refleksi dan Resolusi

        Ramadan berlangsung sebagaimana bulan lainnya sekitar dua puluh sembilan hingga tiga puluh hari. Banyaknya pahala yang ditawarkan selama ramadan, hendaknya menjadi momen refleksi dan resolusi. Merefleksi hari yang telah berlalu sebelum ramadan, mentaubatinya dan kemudian menjadikannya sebagai hikmah untuk hari ini. Ramadan menjadikan diri lebih taat. Setelah itu membuat resolusi bagaimana latihan selama ramadan tetap bisa berlanjut di bulan berikutnya. Perbaikan diri pasca ramadan merupakan produk dari diterimanya sebuah amal.

        Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,

“Membiasakan puasa setelah puasa Ramadan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal hamba, maka Allah beri ia taufik untuk melakukan amal shalih setelahnya.”

 

 

RAMADAN

Mendengar bulan ramadan, kita pasti akan langsung teringat dengan ibadah puasa dan waktu memperingati wahyu pertama kali turun. Semua manusia berbondong-bondong untuk menjadi lebih taat karena tahu bahwa bulan kesembilan dalam kalender hijriah ini merupakan bulan semua amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Memang seharusnya bulan ramadan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri.


Momen untuk Mengubah Pola Hidup

Di bulan-bulan lainnya, kita terbiasa hiruk pikuk seakan diatur oleh waktu. Padahal setiap kita memiliki total waktu yang sama yaitu dua puluh empat jam. Tapi kita sadari, terkadang kita lalai melaksanakan salat karena masih diburu pekerjaan, di perjalanan dan seabrek kegiatan dunia lainnya. Kita seakan tidak bisa melepaskan diri sebentar saja untuk mendahulukan salat wajib.

Selain itu, kita juga mungkin terbiasa santai dan menunda pekerjaan yang sekiranya masih memiliki deadline yang cukup panjang. Tanpa disadari, tiba-tiba hari berganti. Kita sibuk dengan perkembangan dunia di sosial media. Terkadang lupa bahwa ada anak, istri, suami atau orang tua yang seharusnya lebih banyak kita beri perhatian.

 Apakah itu semua masih kita lakukan selama ramadan ini? Marilah sejenak kita merenunginya. Selayaknya ramadan ini adalah waktu untuk kita kembali menata diri, mengubah pola hidup dan kebiasaan buruk kita menjadi lebih baik.


Momen untuk Memfokuskan Diri

      Adanya puasa di bulan ramadan ini menuntut kita untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Kapan waktunya kita tilawah alquran, salat, belajar, bekerja dan lainnya. Saking terbatasnya waktu ini, kita perlu melatih konsentrasi dan fokus diri dalam melakukan kegiatan. Kita harus bisa mengelola energi dalam diri agar tetap konsisten berkegiatan

      Kita harus memiiliki manajemen waktu yang lebih baik agar ibadah, produktivitas dan Kesehatan tetap dapat berjalan dengan seimbang. Ramadan melatih kita bagaimana ibadah kita semakin berkualitas tapi kita juga dapat terus berkembang.


Momen untuk Refleksi dan Resolusi

        Ramadan berlangsung sebagaimana bulan lainnya sekitar dua puluh sembilan hingga tiga puluh hari. Banyaknya pahala yang ditawarkan selama ramadan, hendaknya menjadi momen refleksi dan resolusi. Merefleksi hari yang telah berlalu sebelum ramadan, mentaubatinya dan kemudian menjadikannya sebagai hikmah untuk hari ini. Ramadan menjadikan diri lebih taat. Setelah itu membuat resolusi bagaimana latihan selama ramadan tetap bisa berlanjut di bulan berikutnya. Perbaikan diri pasca ramadan merupakan produk dari diterimanya sebuah amal.

        Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,

“Membiasakan puasa setelah puasa Ramadan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal hamba, maka Allah beri ia taufik untuk melakukan amal shalih setelahnya.”

 

Continue Reading

MASJIDIL HARAM
Dokumentasi Pribadi

Atas izin Allah di akhir Desember 2024 yang lalu, aku dan mama mendapat kesempatan umroh untuk pertama kalinya. Sebuah perjalanan spiritual yang sebenarnya sudah lama aku impikan. Sejak kecil sekitar SD tepatnya aku sudah menyebut-nyebut ingin umroh dan haji tiap kali ada guru atau tetangga yang berangkat. Aku rela mendatangi, meminta doa dan mencium tangan mereka. Saat itu aku pun belum tahu apa manfaat yang kudapat jika aku umroh dan haji. Yang kutahu hanyalah Mekkah dan Madinah adalah dua kota suci umat islam.

Sesampainya di tanah suci, baru aku tahu bahwa begini rupanya kenapa manusia berbondong-bondong untuk berulang kali kembali ke Mekkah dan Madinah. Umroh ternyata memang ibadah penuh pengorbanan berupa pengorbanaan harta, fisik dan keyakinan.

 

1. Keistimewaan Madinah

Madinah memiliki nama lengkap al-Madinah al-Munawwarah artinya adalah kota yang bercahaya atau kota yang cemerlang. Madinah adalah merupakan kota suci yang mana di kota tersebut terdapat dua dari empat masjid paling suci tempat Nabi Muhammad beribadah yaitu Masjid Nabawi dan Masjid Quba.

Masjid Nabawi adalah masjid terbaik setelah Masjidil Haram. "Salat di Masjidku ini lebih baik dari seribu salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram."[HR.Bukhari dan Muslim]. Di Masjid Nabawi ini terdapat Raudah. Raudah adalah salah satu diantara taman surga. Nabi bersabda."Lokasi yang berada diantara rumahku dan mimbarku adalah salah satu dari taman surga.[HR.Bukhari dan Muslim]

Selain itu, terdapat pula Masjid Quba. Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh nabi. Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Sahal ibnu Hunaif: "Barang siapa yang keluar untuk mendatangi mesjid ini—Mesjid Quba—kemudian shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah." [HR. An-Nasâ'i]. Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Usaid ibnu Zhuhair, Nabi juga bersabda, "Shalat di Mesjid Qubâ` laksana umrah." [HR. At-Tirmidzi]

 

2. Keistimewaan Makkah

Makkah berasal dari kata "imtakka', yang artinya mendesak atau mendorong. Kota ini disebut Makkah karena manusia berdesakan di tempat tersebut. Di Makkah terdapat Ka’bah yang merupakan kiblatnya umat muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada satu pun negeri melainkan akan diinjak Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tidak satu pun lorong menuju kota tersebut, kecuali di sana terdapat para Malaikat yang berbaris, menjaga kota tersebut." (HR. Al-Bukhari). Salat di Masjidil Haram pahalanya serratus ribu kali salat di masjid lain.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

 

 

Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran

Novel Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran adalah salah satu novel terbaik karya Mashdar Zainal, seorang penulis yang baru saja menyelesaikan program residensi dari Badan Bahasa Kemdikbud di Kabupaten Karimun Agustus 2024 lalu. Saya memperolehnya dari beliau langsung ketika beliau mengunjungi sekolah kami. Tak lama lagi karya terbaru hasil residensinya juga dapat dinikmati dan menambah kekayaan nilai kehidupan melalui sastra. Novel yang mendapatkan penghargaan Acarya Sastra Badan Bahasa pada 2017 ini menyuguhkan cerita yang menggugah, menyentuh dan sarat akan nilai-nilai kehidupan yang masih sangat relevan hingga hari ini. Melalui novel ini, penulis mengajak pembaca untuk merenungi makna kehidupan yang sesungguhnya secara menarik melalui simbolisme pohon-pohon yang hidup bersama dengan tokohnya.

 Simbolisme Pohon sebagai Cermin Jiwa Manusia

Pohon semakin matang, semakin tua, akan semakin indah dan semakin kuat. Tapi manusia tidak. (Hal 110).

Pohon dalam novel ini digunakan sebagai simbol representasi perjalanan hidup Sawitri, sang tokoh utama yang memiliki tujuh orang anak. Setiap anak yang lahir dihadiahi sebuah tanaman berupa pohon yang diberi nama serupa dengan nama anaknya. Kehidupan, seperti yang digambarkan melalui pohon-pohon dalam cerita ini, adalah tentang pertumbuhan, perubahan, dan pencarian makna. Setiap pohon yang diceritakan menggambarkan tahapan hidup manusia mulai masa kanak-kanak yang penuh harapan, masa dewasa yang penuh tantangan, hingga masa tua yang dipenuhi kebijaksanaan dan refleksi.

Pohon pertama, pohon Sumaiyah, si pohon mangga tua yang melambangkan kebijaksanaan dan kemurahan hati. Mangga yang matang memberikan buah yang manis dan lezat, tetapi juga hanya jatuh ketika siap, seperti kebijaksanaan yang matang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman hidup yang panjang. Layaknya kisah Sumaiyah si anak pertama dalam novel ini. Pohon kedua, pohon Sumitrah, si pohon flamboyan yang dikenal dengan bunga-bunganya yang berwarna cerah dan mencolok. Ini melambangkan keindahan, keceriaan, dan semangat hidup yang kuat. Meskipun berbunga indah, pohon ini tetap kuat menghadapi musim kering, mengajarkan tentang keuletan dalam menghadapi masa-masa sulit.

Pohon ketiga, pohon Subandi, si pohon asam. Meskipun buahnya terasa asam, pohon ini memberikan banyak manfaat. Ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan, tidak semua yang pahit atau asam itu buruk, justru bisa memberikan manfaat yang tak terduga. Pohon ini mengajarkan kita untuk melihat sisi positif dari hal-hal yang tampak tidak menyenangkan dan bertahan melalui segala kondisi. Pohon keempat, pohon Sularsih, si pohon sawo. Buahnya yang manis dan kulit yang keras, melambangkan ketulusan dan kelembutan yang tersembunyi. Pohon sawo mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu hanya dari luar, tetapi lebih mendalami dan menghargai kebaikan yang ada di dalamnya.

Pohon kelima, pohon Sukaisih, si pohon salam. Daun salam sering digunakan sebagai bumbu masakan, menambahkan aroma dan rasa pada makanan. Ini melambangkan peran yang mungkin kecil tetapi sangat penting dalam menciptakan harmoni dan keseimbangan. Pohon salam mengajarkan kita bahwa setiap individu, meskipun terlihat sederhana atau kurang menonjol, memiliki peran penting dalam kehidupan. Kehadiran dan kontribusi kita, sekecil apa pun, dapat memberikan pengaruh positif yang besar. Pohon keenam, pohon Sunardi, si pohon jamblang. Buahnya yang berwarna ungu tua dan rasa yang khas mengajarkan kita untuk berani menunjukkan identitas dan kepribadian kita tanpa harus menyamakan diri dengan orang lain. Pohon ketujuh, pohon Sundari, si pohon ketapang. Pohon ketapang dikenal dengan daun-daunnya yang lebar dan teduh, serta akarnya yang kuat. Pohon ini mengajarkan pentingnya memberikan perlindungan dan rasa aman kepada orang-orang di sekitar kita, tetap kokoh dalam prinsip dan keyakinan kita meskipun diterpa badai kehidupan serta melepaskan hal-hal yang tidak lagi diperlukan untuk pertumbuhan baru.

Masing-masing pohon memiliki fase hidup nya tersendiri. Bagaimana pohon tersebut bertumbuh hingga mati, adalah kisah perjalanan manusia mulai lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta. Novel ini sarat ajakan untuk menghargai setiap fase kehidupan dan menemukan keseimbangan yang harmonis dengan alam untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian batin.

Nilai-nilai Kehidupan dalam Novel

Menanam itu memberi kehidupan, dan merawat apa-apa yang kau tanam kemudian melihatnya tumbuh itu seperti menyaksikan keajaiban. (Hal 33)

Membaca novel ini membuat pembaca berkali-kali merenung. Tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup ini selain menanam dan terus saja menanam. Tanpa perlu khawatir nantinya apakah yang kau tanam akan memberikan keindahan atau tidak dan apakah nantinya yang kau tanam akan memberikan kebaikan atau tidak. Itulah cinta tulus orang tua kepada anaknya, yang seiring waktu akan terus bertumbuh dan menemui takdir hidupnya masing-masing. Tentang anak yang telah dibekali modal kehidupan melalui nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua, pada akhirnya akan mengalami kerentaan.

Kerentaan adalah waktu dimana engkau dapat meralat setiap keburukan dan menjadikan hidupmu lebih sempurna. (Hal 113-114)

Tak ada yang sia-sia dari proses menanam, merawat hingga melihat tumbuhnya kehidupan. Setiap pengalaman, baik itu manis maupun pahit, adalah bagian dari proses pertumbuhan kita sebagai manusia. Pohon-pohon yang digambarkan dalam cerita ini seolah-olah berbisik kepada kita untuk lebih peduli dan lebih bijaksana terhadap diri sendiri dan alam semesta.

Dengan gaya penulisan yang sederhana namun penuh makna, penulis yang di sosial media nya mencantumkan bahwa ia adalah pengagum pohon ini, mampu menyentuh hati dan pikiran pembaca melalui karya nya. Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran bukan hanya sebuah novel, tetapi juga sebuah pelajaran hidup yang akan selalu relevan sepanjang masa.


Busy Teacher


Menjadi guru aktif sekaligus mempersiapkan aplikasi beasiswa pascasarjana adalah tantangan besar. Namun, dengan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat, tantangan tersebut dapat diatasi. Artikel ini akan membahas panduan bagi guru yang sibuk agar tetap dapat mempersiapkan aplikasi beasiswa pascasarjana tanpa mengganggu tugas mengajar.

1. Tetapkan Tujuan dan Buat Rencana yang Jelas

Langkah pertama adalah menentukan tujuan yang spesifik, seperti program pascasarjana yang diinginkan, jenis beasiswa yang sesuai, dan tenggat waktu aplikasi. Kamu harus benar-benar tahu alasan mengapa kamu melanjutkan pascasarjana. Setelah itu, buatlah rencana detail dengan membagi tugas menjadi langkah-langkah kecil.

Misalnya:

  • Minggu 1-2: Riset universitas dan beasiswa.

  • Minggu 3-4: Kumpulkan dokumen seperti transkrip nilai dan sertifikat.

  • Minggu 5-6: Tulis esai aplikasi atau proposal riset.

  • Minggu 7-8: Persiapkan dan ikuti tes bahasa Inggris (TOEFL/IELTS).

Gunakan kalender digital atau catatan manual untuk memantau kemajuan dan memastikan tidak ada yang terlewat.

2. Manfaatkan Waktu dengan Efisien

Sebagai guru, waktu sering kali habis untuk mengajar dan tugas administratif. Oleh karena itu, gunakan waktu senggang dengan bijak, seperti:

  • Pagi Hari

Luangkan waktu 30-60 menit sebelum sekolah untuk membaca informasi beasiswa atau menyusun dokumen.

  • Jam Istirahat

Manfaatkan waktu istirahat di sekolah untuk meninjau checklist persiapan aplikasi.

  • Akhir Pekan

Fokus pada tugas besar seperti menyusun esai atau mengikuti pelatihan bahasa Inggris.

Selain itu, manfaatkan teknologi seperti aplikasi to-do list (misalnya Trello atau Notion) untuk mengatur prioritas dan mengingatkan jadwal penting.

3. Riset Beasiswa yang Relevan

Riset adalah kunci sukses dalam mendapatkan beasiswa. Sebagai guru, fokuslah pada program beasiswa yang mendukung profesi pendidikan, seperti:

  • LPDP 

Beasiswa ini dapat digunakan untuk pendidikan dalam dan luar negeri.
  • Beasiswa Pendidikan Indonesia

Beasiswa ini juga dapat digunakan untuk pendidikan dalam dan luar negeri. Pembiayaan juga dari LPDP. Namun penanggungjawabnya berada di bawah Kemendikbud dulunya. Kalau sekarang bisa dicek lagi apakan nanti akan berada di bawah Kemedikdasmen atau Kemenristekdikti.
  • Australia Awards 
Beasiswa ini banyak mendukung guru dengan program pendidikan.
  • Fulbright 
Beasiswa ini khusus untuk studi di Amerika Serikat.

Pelajari persyaratan masing-masing beasiswa, termasuk batas waktu, dokumen yang diperlukan, dan kriteria penilaian. Pilih beasiswa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisimu.

4. Persiapkan Dokumen Secara Bertahap

Dokumen aplikasi beasiswa sering kali memerlukan waktu untuk disiapkan. Persiapkan dokumen secara bertahap agar tidak merasa terbebani. Kelengkapan dokumen ini akan sangat membuat kamu percaya diri untuk dapat lolos seleksi administrasi.

  • Curriculum Vitae (CV)

Pastikan CV kamu singkat, padat, dan menonjolkan pengalaman mengajar.

  • Surat Rekomendasi

Mintalah surat rekomendasi dari kepala sekolah atau kolega senior.

  • Esai/Personal Statement 

Ceritakan alasan kamu melanjutkan studi, rencana karir, dan dampak yang ingin diberikan setelah lulus. Jika memungkinkan, minta orang lain, seperti rekan kerja atau mentor, untuk mereview dokumenmu.

5. Bangun Komitmen dengan Dukungan Keluarga dan Kolega

Komunikasikan rencana studi kamu kepada keluarga, rekan kerja, dan kepala sekolah. Dukungan mereka sangat penting, terutama saat kamu perlu membagi waktu antara tugas mengajar dan persiapan beasiswa. Mintalah pengertian jika ada waktu tertentu yang membutuhkan fokus lebih pada studi, seperti persiapan tes bahasa Inggris atau wawancara beasiswa.

6. Latih Diri untuk Tes Bahasa Inggris dan Wawancara

Banyak beasiswa membutuhkan skor TOEFL atau IELTS sebagai salah satu syarat. Daftarlah kursus online atau gunakan aplikasi belajar seperti Duolingo, Grammarly, atau ELSA untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu.

Selain itu, persiapkan diri untuk wawancara beasiswa. Latihlah cara menjawab pertanyaan seperti:

  • "Mengapa kamu memilih program studi ini?"
  • "Bagaimana studi kamu akan berdampak pada dunia pendidikan?"

Rekam dirimu saat berlatih untuk mengevaluasi gaya bicara dan kepercayaan diri.

7. Tetap Konsisten dan Jaga Keseimbangan

Kesibukan mengajar tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah pada impian melanjutkan studi. Tetaplah konsisten dengan rencana yang telah dibuat, tetapi juga jaga keseimbangan antara pekerjaan, studi, dan waktu untuk diri sendiri. Luangkan waktu untuk beristirahat agar tidak mudah merasa lelah atau stres.

Mengelola waktu dan mempersiapkan beasiswa pascasarjana memang bukan hal yang mudah bagi guru aktif. Namun, dengan perencanaan yang matang, pemanfaatan waktu yang efisien, dan dukungan dari lingkungan sekitar, kamu dapat mencapai impian tersebut tanpa mengorbankan kualitas pengajaran. Jadikan impian melanjutkan studi sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi dunia pendidikan.

Selamat berjuang, dan semoga sukses meraih beasiswa yang kamu impikan! 

Teacher and Technology


Transformasi pendidikan di era teknologi digital adalah sebuah hal yang harus dilakukan. Teknologi pendidikan adalah sebuah upaya untuk membelajarkan siswa. Teknologi digital hadir sebagai bagian dari teknologi pendidikan. Teknologi digital seyogyanya membantu kerja guru agar dapat lebih efektif dan efisien. Teknologi digital hendaknya bisa lebih memperluas penyerapan kebutuhan belajar siswa. Di momentun hari guru ini, sejenak merefleksikan diri tentang sejauh mana guru tetap eksis di era teknologi digital.

Peran Guru di Era Transformasi Digital

Mengutip pendapat Molenda dalam buku nya berjudul Educational Technology, The Association For Educational Communications And Technology 2008 (AECT) mendefinisikan teknologi pendidikan adalah studi dan etika praktik untuk memfasilitasi pembelajaran dan peningkatan kemampuan dengan menciptakan, memanfaatkan dan memproses pengelolaan teknologi yang sesuai sumber belajar. Teknologi pendidikan bukanlah pengganti guru. Guru tetap akan menjadi guru dengan perannya sebagai fasilitator dalam pembelajaran berbasis teknologi. 

Sumber belajar siswa hari ini tidak lagi semata-mata bergantung pada guru. Siswa dapat dengan bebas mengakses berbagai macam sumber belajar menggunakan internet. Terjadi perubahan peran guru yang tadinya sebagai penyampai materi pembelajaran, sekarang menjadi mentor dalam mengolah informasi. Guru menjadi validator atas benar salahnya penggunaan sumber belajar digital yang dilakukan oleh siswa.

Manfaat Teknologi Digital

Perkembangan teknologi digital hendaknya dapat menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran. Adapun manfaat teknologi digital yang dirasakan dekat adalah sebagai berikut. Pertama, mempermudah akses bahan ajar seperti ebook, video pembelajaran dan platform digital. Kedua, meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui metode interaktif seperti gamifikasi dan AR/VR. Harapannya siswa dapat lebih aktif dan responsif dalam pembelajaran. Ketiga, kolaborasi lebih luas. Peningkatan kompetensi guru hendaknya tidak lagi menjadi kendala selama guru mau terus belajar dan berkolaborasi melalui komunitas daring dan seminar virtual. Guru bisa belajar dan meningkatkan kompetensi dimana saja dan kapan saja sesuai waktu yang dimiliki.

Tantangan Guru dalam Menghadapai Teknologi Digital

Di momen hari guru ini, perlu pula kembali dipelajari tantangan yang dihadapi guru dan upaya yang harus dilakukan dalam menghadapi teknologi digital. Pertama, analisis kebutuhan guru dalam teknologi pendidikan. Ini perlu menjadi catatan serius sejauh mana guru membutuhkan teknologi pendidikan dalam memfasilitasi pembelajaran siswanya. Kesenjangan antara kota dan desa menjadi peer tersendiri jika dihadapkan pada teknologi digital yang berkembang. Kedua, semakin sering menggunakan teknologi digital, ada kemungkinan terjadi ketergantungan belajar menggunakan teknologi digital yang dihadapi oleh siswa. Guru perlu memikirkan strategi terhadap kebutuhan teknologi digital ini. Jangan sampai teknologi digital justru tidak berarah untuk memfasilitasi pembelajaran siswa.

Banyaknya tantangan yang dihadapi oleh guru pada transformasi pendidikan di era digital ini tentunya membuat guru harus semakin kreatif mengemas pembelajaran. Di samping itu, guru harus terus belajar dan bersabar menanam bibit kebaikan hingga kelak siswa nya menjadi pohon yang tinggi dan teduh.

"Guru yang baik seperti lilin. Ia menghabiskan dirinya sendiri untuk menerangi jalan bagi orang lain." Mustafa Kemal Ataturk.

Agaknya kalimat ini adalah kalimat motivasi yang bisa digunakan agar bertahan menjadi guru yang baik di Era Digital seperti saat ini. Selamat hari guru dan nyala slalu guruku!






Hai, diri! Apa kabar hati?

Semoga senantiasa baik ya. Tetap sehat dan semangat menghadapi waktu demi waktu yang masih Allah beri. Tak perlu khawatir akan masa depan yang sudah Allah jamin. Tak perlu takut menghadapi apapun. Sesungguhnya diri tidak sendiri. Ada Allah yang senantiasa membersamai. Perbanyak lagi sabar dan syukurnya ya. Yakinlah, ada indah dibalik penantian panjang ini.


Hidup tak melulu soal dia (yang sudah tertulis di lauhful mahfuz). Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam hidup ini. Hidup di dunia yang hanya sementara karena ada kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Tapi jika Allah izinkan, diri masih ingin bertemu dengannya di dunia ini. Beriringan bersama menuju surgaMU.


Hm, diri banyak sekali dosanya. Semoga Allah ampuni, Ya Allah. Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'mannashir. Laa haula walaquwata illabillah.


Dalam setiap pertambahan tahun, diri belajar bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada mimpi yang harus dilepaskan, ada luka yang harus diterima, dan ada perjalanan yang tak selalu mulus. Namun, di balik semua itu, Allah selalu punya alasan. Usia mengajarkan untuk berserah, untuk percaya bahwa setiap kejadian memiliki tempatnya dalam mozaik kehidupan.

Diselesaikan pada 01 Desember 2024 pukul 00.00 WIB.

Foto Bersama Seusai Kunjungan Belajar


Tanjungbatu, 20 November 2024 – Dalam upaya memberikan pembelajaran yang lebih aplikatif dan bermakna, saya bersama 19 siswa kelas V SD, didampingi oleh beberapa orang tua, melakukan kunjungan belajar ke PLN Tanjungbatu Kota. Kegiatan ini mengusung tema “Energi Listrik dari Sumber hingga ke Rumah,”sesuai dengan materi kelistrikan yang sedang dipelajari di kelas.


Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkenalkan siswa secara langsung bagaimana energi listrik dihasilkan, didistribusikan, dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kesadaran untuk menggunakan listrik secara bijak dan aman.


Kunjungan dimulai di ruang pertemuan PLN, di mana siswa menerima edukasi teori tentang proses pembangkitan listrik. Petugas menjelaskan bahwa listrik yang digunakan di Pulau Kundur sebagian besar dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Sumber energi ini menggunakan bahan bakar diesel yang diubah menjadi energi mekanik, kemudian menghasilkan energi listrik melalui generator. Pengetahuan ini memberikan wawasan baru bagi siswa bahwa setiap wilayah dapat memiliki sumber energi listrik yang berbeda, tergantung pada kondisi geografis dan sumber daya yang tersedia.

Foto Syifa sedang menjelaskan kembali proses listrik dari sumber hingga ke rumah

Selain membahas pembangkit listrik diesel, petugas juga menjelaskan secara rinci proses panjang dari pembangkitan hingga distribusi listrik ke rumah-rumah. Dengan bantuan alat peraga visual seperti diagram dan video simulasi, anak-anak diajak memahami alur energi listrik mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga akhirnya sampai ke rumah mereka.


Setelah sesi teori, siswa diajak berkeliling melihat langsung area operasional di gedung mesin PLN. Di sini, mereka menyaksikan mesin generator diesel yang menghasilkan listrik untuk kebutuhan Pulau Kundur. Petugas menjelaskan prinsip kerja generator, yang memanfaatkan gaya magnet untuk menghasilkan arus listrik. Mesin-mesin besar yang selama ini hanya mereka lihat di buku kini terlihat nyata, membuat anak-anak semakin bersemangat untuk belajar.

Foto melihat lingkungan tempat mesin berada

“Kami tidak menyangka bahwa listrik di Pulau Kundur dihasilkan dari pembangkit tenaga diesel. Sekarang saya jadi tahu mengapa listrik harus dihemat, karena prosesnya ternyata tidak mudah,” kesimpulan yang dibuat oleh salah satu siswa.


Selain mempelajari tentang pembangkit listrik, siswa juga diberi pemahaman penting tentang keselamatan dalam menggunakan listrik. Petugas PLN menjelaskan langkah-langkah sederhana seperti tidak menyentuh stopkontak dengan tangan basah, mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan, dan memastikan kabel yang digunakan dalam kondisi baik.


Di akhir kunjungan, kami bersama-sama menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah betapa rumit dan mahalnya proses menghasilkan listrik. Oleh karena itu, siswa diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik dan lebih menghargai upaya yang dilakukan PLN dalam menyediakan listrik untuk kehidupan sehari-hari.


Sebagai penutup, sekolah menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada PLN Tanjungbatu Kota sebagai ungkapan terima kasih atas keramahtamahan dan ilmu yang diberikan. Dengan penuh rasa syukur dan antusiasme, siswa pulang membawa wawasan baru tentang kelistrikan yang selama ini mungkin tidak mereka sadari.


Kegiatan ini telah membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di dunia nyata. Semoga kunjungan seperti ini menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus belajar dan menghargai pentingnya energi listrik dalam kehidupan mereka.