Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

 

RAMADAN

Mendengar bulan ramadan, kita pasti akan langsung teringat dengan ibadah puasa dan waktu memperingati wahyu pertama kali turun. Semua manusia berbondong-bondong untuk menjadi lebih taat karena tahu bahwa bulan kesembilan dalam kalender hijriah ini merupakan bulan semua amal dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. Memang seharusnya bulan ramadan menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri.


Momen untuk Mengubah Pola Hidup

Di bulan-bulan lainnya, kita terbiasa hiruk pikuk seakan diatur oleh waktu. Padahal setiap kita memiliki total waktu yang sama yaitu dua puluh empat jam. Tapi kita sadari, terkadang kita lalai melaksanakan salat karena masih diburu pekerjaan, di perjalanan dan seabrek kegiatan dunia lainnya. Kita seakan tidak bisa melepaskan diri sebentar saja untuk mendahulukan salat wajib.

Selain itu, kita juga mungkin terbiasa santai dan menunda pekerjaan yang sekiranya masih memiliki deadline yang cukup panjang. Tanpa disadari, tiba-tiba hari berganti. Kita sibuk dengan perkembangan dunia di sosial media. Terkadang lupa bahwa ada anak, istri, suami atau orang tua yang seharusnya lebih banyak kita beri perhatian.

 Apakah itu semua masih kita lakukan selama ramadan ini? Marilah sejenak kita merenunginya. Selayaknya ramadan ini adalah waktu untuk kita kembali menata diri, mengubah pola hidup dan kebiasaan buruk kita menjadi lebih baik.


Momen untuk Memfokuskan Diri

      Adanya puasa di bulan ramadan ini menuntut kita untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Kapan waktunya kita tilawah alquran, salat, belajar, bekerja dan lainnya. Saking terbatasnya waktu ini, kita perlu melatih konsentrasi dan fokus diri dalam melakukan kegiatan. Kita harus bisa mengelola energi dalam diri agar tetap konsisten berkegiatan

      Kita harus memiiliki manajemen waktu yang lebih baik agar ibadah, produktivitas dan Kesehatan tetap dapat berjalan dengan seimbang. Ramadan melatih kita bagaimana ibadah kita semakin berkualitas tapi kita juga dapat terus berkembang.


Momen untuk Refleksi dan Resolusi

        Ramadan berlangsung sebagaimana bulan lainnya sekitar dua puluh sembilan hingga tiga puluh hari. Banyaknya pahala yang ditawarkan selama ramadan, hendaknya menjadi momen refleksi dan resolusi. Merefleksi hari yang telah berlalu sebelum ramadan, mentaubatinya dan kemudian menjadikannya sebagai hikmah untuk hari ini. Ramadan menjadikan diri lebih taat. Setelah itu membuat resolusi bagaimana latihan selama ramadan tetap bisa berlanjut di bulan berikutnya. Perbaikan diri pasca ramadan merupakan produk dari diterimanya sebuah amal.

        Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,

“Membiasakan puasa setelah puasa Ramadan merupakan tanda diterimanya amal puasa di bulan Ramadan. Sesungguhnya Allah jika menerima suatu amal hamba, maka Allah beri ia taufik untuk melakukan amal shalih setelahnya.”

 

MASJIDIL HARAM
Dokumentasi Pribadi

Atas izin Allah di akhir Desember 2024 yang lalu, aku dan mama mendapat kesempatan umroh untuk pertama kalinya. Sebuah perjalanan spiritual yang sebenarnya sudah lama aku impikan. Sejak kecil sekitar SD tepatnya aku sudah menyebut-nyebut ingin umroh dan haji tiap kali ada guru atau tetangga yang berangkat. Aku rela mendatangi, meminta doa dan mencium tangan mereka. Saat itu aku pun belum tahu apa manfaat yang kudapat jika aku umroh dan haji. Yang kutahu hanyalah Mekkah dan Madinah adalah dua kota suci umat islam.

Sesampainya di tanah suci, baru aku tahu bahwa begini rupanya kenapa manusia berbondong-bondong untuk berulang kali kembali ke Mekkah dan Madinah. Umroh ternyata memang ibadah penuh pengorbanan berupa pengorbanaan harta, fisik dan keyakinan.

 

1. Keistimewaan Madinah

Madinah memiliki nama lengkap al-Madinah al-Munawwarah artinya adalah kota yang bercahaya atau kota yang cemerlang. Madinah adalah merupakan kota suci yang mana di kota tersebut terdapat dua dari empat masjid paling suci tempat Nabi Muhammad beribadah yaitu Masjid Nabawi dan Masjid Quba.

Masjid Nabawi adalah masjid terbaik setelah Masjidil Haram. "Salat di Masjidku ini lebih baik dari seribu salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram."[HR.Bukhari dan Muslim]. Di Masjid Nabawi ini terdapat Raudah. Raudah adalah salah satu diantara taman surga. Nabi bersabda."Lokasi yang berada diantara rumahku dan mimbarku adalah salah satu dari taman surga.[HR.Bukhari dan Muslim]

Selain itu, terdapat pula Masjid Quba. Masjid Quba adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh nabi. Rasulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Sahal ibnu Hunaif: "Barang siapa yang keluar untuk mendatangi mesjid ini—Mesjid Quba—kemudian shalat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umrah." [HR. An-Nasâ'i]. Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Usaid ibnu Zhuhair, Nabi juga bersabda, "Shalat di Mesjid Qubâ` laksana umrah." [HR. At-Tirmidzi]

 

2. Keistimewaan Makkah

Makkah berasal dari kata "imtakka', yang artinya mendesak atau mendorong. Kota ini disebut Makkah karena manusia berdesakan di tempat tersebut. Di Makkah terdapat Ka’bah yang merupakan kiblatnya umat muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada satu pun negeri melainkan akan diinjak Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Tidak satu pun lorong menuju kota tersebut, kecuali di sana terdapat para Malaikat yang berbaris, menjaga kota tersebut." (HR. Al-Bukhari). Salat di Masjidil Haram pahalanya serratus ribu kali salat di masjid lain.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

 

 

Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran

Novel Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran adalah salah satu novel terbaik karya Mashdar Zainal, seorang penulis yang baru saja menyelesaikan program residensi dari Badan Bahasa Kemdikbud di Kabupaten Karimun Agustus 2024 lalu. Saya memperolehnya dari beliau langsung ketika beliau mengunjungi sekolah kami. Tak lama lagi karya terbaru hasil residensinya juga dapat dinikmati dan menambah kekayaan nilai kehidupan melalui sastra. Novel yang mendapatkan penghargaan Acarya Sastra Badan Bahasa pada 2017 ini menyuguhkan cerita yang menggugah, menyentuh dan sarat akan nilai-nilai kehidupan yang masih sangat relevan hingga hari ini. Melalui novel ini, penulis mengajak pembaca untuk merenungi makna kehidupan yang sesungguhnya secara menarik melalui simbolisme pohon-pohon yang hidup bersama dengan tokohnya.

 Simbolisme Pohon sebagai Cermin Jiwa Manusia

Pohon semakin matang, semakin tua, akan semakin indah dan semakin kuat. Tapi manusia tidak. (Hal 110).

Pohon dalam novel ini digunakan sebagai simbol representasi perjalanan hidup Sawitri, sang tokoh utama yang memiliki tujuh orang anak. Setiap anak yang lahir dihadiahi sebuah tanaman berupa pohon yang diberi nama serupa dengan nama anaknya. Kehidupan, seperti yang digambarkan melalui pohon-pohon dalam cerita ini, adalah tentang pertumbuhan, perubahan, dan pencarian makna. Setiap pohon yang diceritakan menggambarkan tahapan hidup manusia mulai masa kanak-kanak yang penuh harapan, masa dewasa yang penuh tantangan, hingga masa tua yang dipenuhi kebijaksanaan dan refleksi.

Pohon pertama, pohon Sumaiyah, si pohon mangga tua yang melambangkan kebijaksanaan dan kemurahan hati. Mangga yang matang memberikan buah yang manis dan lezat, tetapi juga hanya jatuh ketika siap, seperti kebijaksanaan yang matang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman hidup yang panjang. Layaknya kisah Sumaiyah si anak pertama dalam novel ini. Pohon kedua, pohon Sumitrah, si pohon flamboyan yang dikenal dengan bunga-bunganya yang berwarna cerah dan mencolok. Ini melambangkan keindahan, keceriaan, dan semangat hidup yang kuat. Meskipun berbunga indah, pohon ini tetap kuat menghadapi musim kering, mengajarkan tentang keuletan dalam menghadapi masa-masa sulit.

Pohon ketiga, pohon Subandi, si pohon asam. Meskipun buahnya terasa asam, pohon ini memberikan banyak manfaat. Ini menggambarkan bahwa dalam kehidupan, tidak semua yang pahit atau asam itu buruk, justru bisa memberikan manfaat yang tak terduga. Pohon ini mengajarkan kita untuk melihat sisi positif dari hal-hal yang tampak tidak menyenangkan dan bertahan melalui segala kondisi. Pohon keempat, pohon Sularsih, si pohon sawo. Buahnya yang manis dan kulit yang keras, melambangkan ketulusan dan kelembutan yang tersembunyi. Pohon sawo mengajarkan kita untuk tidak menilai sesuatu hanya dari luar, tetapi lebih mendalami dan menghargai kebaikan yang ada di dalamnya.

Pohon kelima, pohon Sukaisih, si pohon salam. Daun salam sering digunakan sebagai bumbu masakan, menambahkan aroma dan rasa pada makanan. Ini melambangkan peran yang mungkin kecil tetapi sangat penting dalam menciptakan harmoni dan keseimbangan. Pohon salam mengajarkan kita bahwa setiap individu, meskipun terlihat sederhana atau kurang menonjol, memiliki peran penting dalam kehidupan. Kehadiran dan kontribusi kita, sekecil apa pun, dapat memberikan pengaruh positif yang besar. Pohon keenam, pohon Sunardi, si pohon jamblang. Buahnya yang berwarna ungu tua dan rasa yang khas mengajarkan kita untuk berani menunjukkan identitas dan kepribadian kita tanpa harus menyamakan diri dengan orang lain. Pohon ketujuh, pohon Sundari, si pohon ketapang. Pohon ketapang dikenal dengan daun-daunnya yang lebar dan teduh, serta akarnya yang kuat. Pohon ini mengajarkan pentingnya memberikan perlindungan dan rasa aman kepada orang-orang di sekitar kita, tetap kokoh dalam prinsip dan keyakinan kita meskipun diterpa badai kehidupan serta melepaskan hal-hal yang tidak lagi diperlukan untuk pertumbuhan baru.

Masing-masing pohon memiliki fase hidup nya tersendiri. Bagaimana pohon tersebut bertumbuh hingga mati, adalah kisah perjalanan manusia mulai lahir hingga kembali kepada Sang Pencipta. Novel ini sarat ajakan untuk menghargai setiap fase kehidupan dan menemukan keseimbangan yang harmonis dengan alam untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian batin.

Nilai-nilai Kehidupan dalam Novel

Menanam itu memberi kehidupan, dan merawat apa-apa yang kau tanam kemudian melihatnya tumbuh itu seperti menyaksikan keajaiban. (Hal 33)

Membaca novel ini membuat pembaca berkali-kali merenung. Tidak ada hal yang lebih penting dalam hidup ini selain menanam dan terus saja menanam. Tanpa perlu khawatir nantinya apakah yang kau tanam akan memberikan keindahan atau tidak dan apakah nantinya yang kau tanam akan memberikan kebaikan atau tidak. Itulah cinta tulus orang tua kepada anaknya, yang seiring waktu akan terus bertumbuh dan menemui takdir hidupnya masing-masing. Tentang anak yang telah dibekali modal kehidupan melalui nilai-nilai yang ditanamkan oleh orang tua, pada akhirnya akan mengalami kerentaan.

Kerentaan adalah waktu dimana engkau dapat meralat setiap keburukan dan menjadikan hidupmu lebih sempurna. (Hal 113-114)

Tak ada yang sia-sia dari proses menanam, merawat hingga melihat tumbuhnya kehidupan. Setiap pengalaman, baik itu manis maupun pahit, adalah bagian dari proses pertumbuhan kita sebagai manusia. Pohon-pohon yang digambarkan dalam cerita ini seolah-olah berbisik kepada kita untuk lebih peduli dan lebih bijaksana terhadap diri sendiri dan alam semesta.

Dengan gaya penulisan yang sederhana namun penuh makna, penulis yang di sosial media nya mencantumkan bahwa ia adalah pengagum pohon ini, mampu menyentuh hati dan pikiran pembaca melalui karya nya. Sawitri dan Tujuh Pohon Kelahiran bukan hanya sebuah novel, tetapi juga sebuah pelajaran hidup yang akan selalu relevan sepanjang masa.


Busy Teacher


Menjadi guru aktif sekaligus mempersiapkan aplikasi beasiswa pascasarjana adalah tantangan besar. Namun, dengan perencanaan yang matang dan strategi yang tepat, tantangan tersebut dapat diatasi. Artikel ini akan membahas panduan bagi guru yang sibuk agar tetap dapat mempersiapkan aplikasi beasiswa pascasarjana tanpa mengganggu tugas mengajar.

1. Tetapkan Tujuan dan Buat Rencana yang Jelas

Langkah pertama adalah menentukan tujuan yang spesifik, seperti program pascasarjana yang diinginkan, jenis beasiswa yang sesuai, dan tenggat waktu aplikasi. Kamu harus benar-benar tahu alasan mengapa kamu melanjutkan pascasarjana. Setelah itu, buatlah rencana detail dengan membagi tugas menjadi langkah-langkah kecil.

Misalnya:

  • Minggu 1-2: Riset universitas dan beasiswa.

  • Minggu 3-4: Kumpulkan dokumen seperti transkrip nilai dan sertifikat.

  • Minggu 5-6: Tulis esai aplikasi atau proposal riset.

  • Minggu 7-8: Persiapkan dan ikuti tes bahasa Inggris (TOEFL/IELTS).

Gunakan kalender digital atau catatan manual untuk memantau kemajuan dan memastikan tidak ada yang terlewat.

2. Manfaatkan Waktu dengan Efisien

Sebagai guru, waktu sering kali habis untuk mengajar dan tugas administratif. Oleh karena itu, gunakan waktu senggang dengan bijak, seperti:

  • Pagi Hari

Luangkan waktu 30-60 menit sebelum sekolah untuk membaca informasi beasiswa atau menyusun dokumen.

  • Jam Istirahat

Manfaatkan waktu istirahat di sekolah untuk meninjau checklist persiapan aplikasi.

  • Akhir Pekan

Fokus pada tugas besar seperti menyusun esai atau mengikuti pelatihan bahasa Inggris.

Selain itu, manfaatkan teknologi seperti aplikasi to-do list (misalnya Trello atau Notion) untuk mengatur prioritas dan mengingatkan jadwal penting.

3. Riset Beasiswa yang Relevan

Riset adalah kunci sukses dalam mendapatkan beasiswa. Sebagai guru, fokuslah pada program beasiswa yang mendukung profesi pendidikan, seperti:

  • LPDP 

Beasiswa ini dapat digunakan untuk pendidikan dalam dan luar negeri.
  • Beasiswa Pendidikan Indonesia

Beasiswa ini juga dapat digunakan untuk pendidikan dalam dan luar negeri. Pembiayaan juga dari LPDP. Namun penanggungjawabnya berada di bawah Kemendikbud dulunya. Kalau sekarang bisa dicek lagi apakan nanti akan berada di bawah Kemedikdasmen atau Kemenristekdikti.
  • Australia Awards 
Beasiswa ini banyak mendukung guru dengan program pendidikan.
  • Fulbright 
Beasiswa ini khusus untuk studi di Amerika Serikat.

Pelajari persyaratan masing-masing beasiswa, termasuk batas waktu, dokumen yang diperlukan, dan kriteria penilaian. Pilih beasiswa yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisimu.

4. Persiapkan Dokumen Secara Bertahap

Dokumen aplikasi beasiswa sering kali memerlukan waktu untuk disiapkan. Persiapkan dokumen secara bertahap agar tidak merasa terbebani. Kelengkapan dokumen ini akan sangat membuat kamu percaya diri untuk dapat lolos seleksi administrasi.

  • Curriculum Vitae (CV)

Pastikan CV kamu singkat, padat, dan menonjolkan pengalaman mengajar.

  • Surat Rekomendasi

Mintalah surat rekomendasi dari kepala sekolah atau kolega senior.

  • Esai/Personal Statement 

Ceritakan alasan kamu melanjutkan studi, rencana karir, dan dampak yang ingin diberikan setelah lulus. Jika memungkinkan, minta orang lain, seperti rekan kerja atau mentor, untuk mereview dokumenmu.

5. Bangun Komitmen dengan Dukungan Keluarga dan Kolega

Komunikasikan rencana studi kamu kepada keluarga, rekan kerja, dan kepala sekolah. Dukungan mereka sangat penting, terutama saat kamu perlu membagi waktu antara tugas mengajar dan persiapan beasiswa. Mintalah pengertian jika ada waktu tertentu yang membutuhkan fokus lebih pada studi, seperti persiapan tes bahasa Inggris atau wawancara beasiswa.

6. Latih Diri untuk Tes Bahasa Inggris dan Wawancara

Banyak beasiswa membutuhkan skor TOEFL atau IELTS sebagai salah satu syarat. Daftarlah kursus online atau gunakan aplikasi belajar seperti Duolingo, Grammarly, atau ELSA untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu.

Selain itu, persiapkan diri untuk wawancara beasiswa. Latihlah cara menjawab pertanyaan seperti:

  • "Mengapa kamu memilih program studi ini?"
  • "Bagaimana studi kamu akan berdampak pada dunia pendidikan?"

Rekam dirimu saat berlatih untuk mengevaluasi gaya bicara dan kepercayaan diri.

7. Tetap Konsisten dan Jaga Keseimbangan

Kesibukan mengajar tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah pada impian melanjutkan studi. Tetaplah konsisten dengan rencana yang telah dibuat, tetapi juga jaga keseimbangan antara pekerjaan, studi, dan waktu untuk diri sendiri. Luangkan waktu untuk beristirahat agar tidak mudah merasa lelah atau stres.

Mengelola waktu dan mempersiapkan beasiswa pascasarjana memang bukan hal yang mudah bagi guru aktif. Namun, dengan perencanaan yang matang, pemanfaatan waktu yang efisien, dan dukungan dari lingkungan sekitar, kamu dapat mencapai impian tersebut tanpa mengorbankan kualitas pengajaran. Jadikan impian melanjutkan studi sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih besar bagi dunia pendidikan.

Selamat berjuang, dan semoga sukses meraih beasiswa yang kamu impikan! 

Teacher and Technology


Transformasi pendidikan di era teknologi digital adalah sebuah hal yang harus dilakukan. Teknologi pendidikan adalah sebuah upaya untuk membelajarkan siswa. Teknologi digital hadir sebagai bagian dari teknologi pendidikan. Teknologi digital seyogyanya membantu kerja guru agar dapat lebih efektif dan efisien. Teknologi digital hendaknya bisa lebih memperluas penyerapan kebutuhan belajar siswa. Di momentun hari guru ini, sejenak merefleksikan diri tentang sejauh mana guru tetap eksis di era teknologi digital.

Peran Guru di Era Transformasi Digital

Mengutip pendapat Molenda dalam buku nya berjudul Educational Technology, The Association For Educational Communications And Technology 2008 (AECT) mendefinisikan teknologi pendidikan adalah studi dan etika praktik untuk memfasilitasi pembelajaran dan peningkatan kemampuan dengan menciptakan, memanfaatkan dan memproses pengelolaan teknologi yang sesuai sumber belajar. Teknologi pendidikan bukanlah pengganti guru. Guru tetap akan menjadi guru dengan perannya sebagai fasilitator dalam pembelajaran berbasis teknologi. 

Sumber belajar siswa hari ini tidak lagi semata-mata bergantung pada guru. Siswa dapat dengan bebas mengakses berbagai macam sumber belajar menggunakan internet. Terjadi perubahan peran guru yang tadinya sebagai penyampai materi pembelajaran, sekarang menjadi mentor dalam mengolah informasi. Guru menjadi validator atas benar salahnya penggunaan sumber belajar digital yang dilakukan oleh siswa.

Manfaat Teknologi Digital

Perkembangan teknologi digital hendaknya dapat menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran. Adapun manfaat teknologi digital yang dirasakan dekat adalah sebagai berikut. Pertama, mempermudah akses bahan ajar seperti ebook, video pembelajaran dan platform digital. Kedua, meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui metode interaktif seperti gamifikasi dan AR/VR. Harapannya siswa dapat lebih aktif dan responsif dalam pembelajaran. Ketiga, kolaborasi lebih luas. Peningkatan kompetensi guru hendaknya tidak lagi menjadi kendala selama guru mau terus belajar dan berkolaborasi melalui komunitas daring dan seminar virtual. Guru bisa belajar dan meningkatkan kompetensi dimana saja dan kapan saja sesuai waktu yang dimiliki.

Tantangan Guru dalam Menghadapai Teknologi Digital

Di momen hari guru ini, perlu pula kembali dipelajari tantangan yang dihadapi guru dan upaya yang harus dilakukan dalam menghadapi teknologi digital. Pertama, analisis kebutuhan guru dalam teknologi pendidikan. Ini perlu menjadi catatan serius sejauh mana guru membutuhkan teknologi pendidikan dalam memfasilitasi pembelajaran siswanya. Kesenjangan antara kota dan desa menjadi peer tersendiri jika dihadapkan pada teknologi digital yang berkembang. Kedua, semakin sering menggunakan teknologi digital, ada kemungkinan terjadi ketergantungan belajar menggunakan teknologi digital yang dihadapi oleh siswa. Guru perlu memikirkan strategi terhadap kebutuhan teknologi digital ini. Jangan sampai teknologi digital justru tidak berarah untuk memfasilitasi pembelajaran siswa.

Banyaknya tantangan yang dihadapi oleh guru pada transformasi pendidikan di era digital ini tentunya membuat guru harus semakin kreatif mengemas pembelajaran. Di samping itu, guru harus terus belajar dan bersabar menanam bibit kebaikan hingga kelak siswa nya menjadi pohon yang tinggi dan teduh.

"Guru yang baik seperti lilin. Ia menghabiskan dirinya sendiri untuk menerangi jalan bagi orang lain." Mustafa Kemal Ataturk.

Agaknya kalimat ini adalah kalimat motivasi yang bisa digunakan agar bertahan menjadi guru yang baik di Era Digital seperti saat ini. Selamat hari guru dan nyala slalu guruku!






Hai, diri! Apa kabar hati?

Semoga senantiasa baik ya. Tetap sehat dan semangat menghadapi waktu demi waktu yang masih Allah beri. Tak perlu khawatir akan masa depan yang sudah Allah jamin. Tak perlu takut menghadapi apapun. Sesungguhnya diri tidak sendiri. Ada Allah yang senantiasa membersamai. Perbanyak lagi sabar dan syukurnya ya. Yakinlah, ada indah dibalik penantian panjang ini.


Hidup tak melulu soal dia (yang sudah tertulis di lauhful mahfuz). Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dalam hidup ini. Hidup di dunia yang hanya sementara karena ada kehidupan yang abadi di akhirat kelak. Tapi jika Allah izinkan, diri masih ingin bertemu dengannya di dunia ini. Beriringan bersama menuju surgaMU.


Hm, diri banyak sekali dosanya. Semoga Allah ampuni, Ya Allah. Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'mannashir. Laa haula walaquwata illabillah.


Dalam setiap pertambahan tahun, diri belajar bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada mimpi yang harus dilepaskan, ada luka yang harus diterima, dan ada perjalanan yang tak selalu mulus. Namun, di balik semua itu, Allah selalu punya alasan. Usia mengajarkan untuk berserah, untuk percaya bahwa setiap kejadian memiliki tempatnya dalam mozaik kehidupan.

Diselesaikan pada 01 Desember 2024 pukul 00.00 WIB.

Foto Bersama Seusai Kunjungan Belajar


Tanjungbatu, 20 November 2024 – Dalam upaya memberikan pembelajaran yang lebih aplikatif dan bermakna, saya bersama 19 siswa kelas V SD, didampingi oleh beberapa orang tua, melakukan kunjungan belajar ke PLN Tanjungbatu Kota. Kegiatan ini mengusung tema “Energi Listrik dari Sumber hingga ke Rumah,”sesuai dengan materi kelistrikan yang sedang dipelajari di kelas.


Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk memperkenalkan siswa secara langsung bagaimana energi listrik dihasilkan, didistribusikan, dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan kesadaran untuk menggunakan listrik secara bijak dan aman.


Kunjungan dimulai di ruang pertemuan PLN, di mana siswa menerima edukasi teori tentang proses pembangkitan listrik. Petugas menjelaskan bahwa listrik yang digunakan di Pulau Kundur sebagian besar dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Sumber energi ini menggunakan bahan bakar diesel yang diubah menjadi energi mekanik, kemudian menghasilkan energi listrik melalui generator. Pengetahuan ini memberikan wawasan baru bagi siswa bahwa setiap wilayah dapat memiliki sumber energi listrik yang berbeda, tergantung pada kondisi geografis dan sumber daya yang tersedia.

Foto Syifa sedang menjelaskan kembali proses listrik dari sumber hingga ke rumah

Selain membahas pembangkit listrik diesel, petugas juga menjelaskan secara rinci proses panjang dari pembangkitan hingga distribusi listrik ke rumah-rumah. Dengan bantuan alat peraga visual seperti diagram dan video simulasi, anak-anak diajak memahami alur energi listrik mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga akhirnya sampai ke rumah mereka.


Setelah sesi teori, siswa diajak berkeliling melihat langsung area operasional di gedung mesin PLN. Di sini, mereka menyaksikan mesin generator diesel yang menghasilkan listrik untuk kebutuhan Pulau Kundur. Petugas menjelaskan prinsip kerja generator, yang memanfaatkan gaya magnet untuk menghasilkan arus listrik. Mesin-mesin besar yang selama ini hanya mereka lihat di buku kini terlihat nyata, membuat anak-anak semakin bersemangat untuk belajar.

Foto melihat lingkungan tempat mesin berada

“Kami tidak menyangka bahwa listrik di Pulau Kundur dihasilkan dari pembangkit tenaga diesel. Sekarang saya jadi tahu mengapa listrik harus dihemat, karena prosesnya ternyata tidak mudah,” kesimpulan yang dibuat oleh salah satu siswa.


Selain mempelajari tentang pembangkit listrik, siswa juga diberi pemahaman penting tentang keselamatan dalam menggunakan listrik. Petugas PLN menjelaskan langkah-langkah sederhana seperti tidak menyentuh stopkontak dengan tangan basah, mematikan peralatan listrik saat tidak digunakan, dan memastikan kabel yang digunakan dalam kondisi baik.


Di akhir kunjungan, kami bersama-sama menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah betapa rumit dan mahalnya proses menghasilkan listrik. Oleh karena itu, siswa diingatkan untuk lebih bijak dalam menggunakan listrik dan lebih menghargai upaya yang dilakukan PLN dalam menyediakan listrik untuk kehidupan sehari-hari.


Sebagai penutup, sekolah menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada PLN Tanjungbatu Kota sebagai ungkapan terima kasih atas keramahtamahan dan ilmu yang diberikan. Dengan penuh rasa syukur dan antusiasme, siswa pulang membawa wawasan baru tentang kelistrikan yang selama ini mungkin tidak mereka sadari.


Kegiatan ini telah membuktikan bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di dunia nyata. Semoga kunjungan seperti ini menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus belajar dan menghargai pentingnya energi listrik dalam kehidupan mereka.


Setiap tanggal 25 November, kita merayakan Hari Guru sebagai momen untuk menghormati peran dan jasa para pendidik. Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing, motivator, dan pelita yang menerangi jalan anak bangsa. Namun, di balik penghormatan ini, para guru sering menghadapi tantangan besar, termasuk berbagai kasus yang mengancam kenyamanan bahkan keselamatan mereka.


Belakangan ini, kasus yang menimpa guru semakin sering mencuat ke permukaan. Mulai dari tindak kekerasan oleh siswa atau orang tua, pengaduan berlebihan terkait metode mengajar, hingga kriminalisasi atas tindakan mendisiplinkan siswa. Kasus-kasus seperti ini menggambarkan realitas pahit profesi guru di tengah masyarakat yang seharusnya menjunjung tinggi peran mereka.

Guru dalam Pusaran Konflik

Guru adalah penjaga nilai moral dan intelektual bangsa. Namun, dalam menjalankan tugas tersebut, mereka sering kali berada di posisi rentan. Sejumlah guru dilaporkan ke polisi karena dianggap "melanggar" hak siswa saat mencoba menegakkan kedisiplinan. Padahal, apa yang dilakukan guru sering kali bermaksud baik, yakni membentuk karakter anak agar lebih bertanggung jawab dan beradab.


Tantangan lain yang dihadapi guru adalah kurangnya pemahaman masyarakat terhadap tugas dan tanggung jawab mereka. Sebagian orang tua lupa bahwa pendidikan anak tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru. Kolaborasi antara guru dan orang tua sangat penting untuk keberhasilan pendidikan. Sayangnya, ketidakseimbangan peran ini sering memicu konflik, di mana guru menjadi pihak yang disalahkan ketika terjadi masalah pada siswa.

Pentingnya Perlindungan Hukum bagi Guru

Melihat kondisi ini, perlindungan hukum bagi guru menjadi kebutuhan mendesak. Guru harus merasa aman dan terlindungi saat menjalankan tugasnya. Sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa, guru tidak boleh dibiarkan menjadi korban kekerasan atau kriminalisasi akibat menjalankan profesinya.


Perlindungan hukum dapat diwujudkan melalui undang-undang atau regulasi yang jelas dan tegas. Misalnya, dengan memastikan bahwa tindakan disiplin yang dilakukan guru di sekolah tidak dianggap sebagai bentuk kekerasan selama masih dalam batas yang wajar dan sesuai kode etik pendidikan. Selain itu, pendampingan hukum bagi guru yang terlibat konflik harus diperkuat, baik melalui bantuan hukum dari pemerintah maupun organisasi profesi guru.


Di sisi lain, penguatan pendidikan karakter di kalangan siswa dan orang tua juga sangat penting. Anak-anak perlu memahami bahwa guru adalah sosok yang harus dihormati, bukan sekadar pengajar yang bisa diperlakukan semena-mena. Orang tua juga perlu dilibatkan dalam proses pendidikan, sehingga mereka memahami tantangan yang dihadapi guru dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

Memaknai Hari Guru dengan Tindakan Nyata

Memaknai Hari Guru tidak cukup dengan memberi ucapan atau penghargaan simbolis. Masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya harus berkomitmen untuk memberikan perlindungan nyata kepada para guru. Selain itu, guru juga perlu diberikan pelatihan terkait penanganan konflik di sekolah, sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan lebih percaya diri.


Hari Guru harus menjadi momen refleksi bersama untuk menghargai dedikasi para pendidik. Mengapresiasi guru berarti memahami tantangan yang mereka hadapi, memberikan perlindungan yang layak, dan memastikan mereka dapat bekerja dengan aman. Sebab, hanya dengan guru yang terlindungi, kita bisa berharap pendidikan bangsa menjadi lebih baik.


Mari jadikan Hari Guru sebagai awal dari gerakan nyata untuk mendukung para pahlawan tanpa tanda jasa ini. Sebab mereka, para guru, adalah pembentuk peradaban dan penjaga masa depan bangsa.

Dalam percakapan siang ini dengan seorang senior, beliau menyampaikan nasihat untuk terus berbuat baik. Dalam percakapan tepatnya diskusi tadi kami sama sepakat bahwa kita bukanlah orang baik. Tetapi kewajiban kita setiap harinya adalah harus menjadi baik. Sedangkan menjadi baik saja, kita masih mendapati perlakuan tidak baik. Apatah jika kita tidak berbuat baik. Mungkin lebih banyak marabahaya yang datang dalam hidup kita.


Beliau mencontohkan suatu kisah dimana kesimpulannya adalah kita harus bisa membaca keadaan sekalipun itu perbuatan baik. Untuk menyampaikan sesuatu yang baik dan mencontohkan yang baik pun harus memahami kondisi psikologi si penerima. 


Aku pun jadi teringat sebuah kisah. Kusampaikan kepada beliau. Kini pun ingin kusampaikan kepada sesiapa yang membaca. 


Aku punya seorang teman. Kupikir kita bisa menjadi teman baik hingga di masa depan. Namun suatu hari, perasaanku terluka oleh kalimat dan perbuatannya.


"Keluargaku tidak seperti keluargamu, Vit. Aku juga tidak seperti dirimu." Saat itu aku terdiam. Maksud keluargaku dan aku itu yang bagaimana? Aku merasa selama ini pertemanan kami masih sewajarnya berteman. Apa yang diperlakukan oleh kedua orang tua ku dengan baik kepadaku dan itu diperlakukan baik kepadanya pun, ternyata adalah sesuatu yang salah di matanya. Dia lebih lanjut menjelaskan kecemburuannya kepadaku yang masih memiliki kedua orang tua dan sayang padaku.


Menurutku, perlakuan baik yang aku dan orang tuaku berikan kepadanya juga adalah sebuah bentuk kasih sayang kami kepadanya. Alami tanpa maksud apapun.


Saat itu aku mengira mungkin dia sedang rindu pada keluarganya yang jauh. Aku coba berpikiran positif. Ternyata setelah itu dia malah menjauh dariku. Aku ingat terakhir kali dia bilang bahwa dia tidak sepertiku yang tinggi dan langsing. Dia merasa insecure dengan tubuhnya yang pendek, gemuk dan pesek.


What???


Aku yang mendengarnya menjadi terheran. Selama ini kita tidak pernah membahas dan membandingkan kekurangan-kekurangan di dalam diri kita kecuali sifatnya untuk lebih baik. Yang kita bahas hanyalah fokus pada kelebihan diri dan bagaimana terus bertumbuh.


Fine. Sampai di situ aku tersadar. Tidak semua hal baik yang kita lakukan bernilai baik di mata penerima.


Suatu ketika aku juga mengalami hal lain. Bagaimana dalam sebuah tim aku coba merasionalisasikan sesuatu yang sesuai prosedur. Tapi dianggap ribet dan banyak aturan. Aku mempertanyakan apa gunanya sebuah tim jika kesepakatan tidak diambil di dalam forum.


Baru-baru ini, aku merasa sangat busuk hati. Setelah mendesak seorang leader untuk mengambil keputusan mendesak, beliau justu mengatakan aku terlalu ribut dan tergesa. Bahkan beliau mengatakan bahwa sudahlah aku terburu, pekerjaanku tidak beres. 


Sumpah, saat itu aku pengen nangis. Tapi bukan tabiatku menangis di depan umum. Sepanjang aku berusaha berprasangka baik terhadapnya, malam itu hancur sudah. Bisa-bisa nya beliau berkata begitu sementara selama ini aku merasa tidak kurang satu apapun dalam mengkomunikasikan sesuatu kepadanya. Setelah itu, sikapku kepadanya menjadi biasa.


Selalu aku tanamkan di dalam diri untuk tidak berekspektasi tinggi terhadap sesuatu. Meskipun itu sebuah kebaikan. Tapi aku jadi paham bahwa begitulah namanya berhadapan dengan manusia. Well, jangan tanya mengapa tiba-tiba aku berubah sikap. Dari yang cheerfull menjadi begitu pendiam. Bukan...aku bukan sedang marah padanya. Aku juga tidak menaruh benci padanya. Tapi aku sedang menata diri sendiri untuk terlihat baik-baik saja tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Katanya, kita tidak bisa mengubah sikap seseorang untuk menjadi baik terhadap kita.. Tapi kita lah yang harus mengubah diri kita untuk senantiasa menjadi baik. Aku sedang berada di level itu.


Surabaya, 19 Januari 2024

Kebaikan dan Menjadi Baik

by on Januari 19, 2024
Dalam percakapan siang ini dengan seorang senior, beliau menyampaikan nasihat untuk terus berbuat baik. Dalam percakapan tepatnya diskusi ta...

 


Seiring perkembangan teknologi di era digital, ‘teknologi pendidikan’ sering dikacaukan dengan ‘teknologi dalam pendidikan.’ Ketika berbicara tentang teknologi pendidikan, tidak sekadar memberikan label ‘ahli’ pada penggunaan teknologi di dalam pendidikan. Tidak pula semata berbicara tentang teknologi canggih dan sedang menjadi tren yang dapat digunakan dalam pendidikan. Tapi lebih ke bagaimana desain pembelajaran secara keseluruhan baik formal maupun non formal.

Menurut The Association For Educational Communications And Technology 2008 (AECT) dalam buku karangan Molenda yang berjudul Educational Technology, teknologi pendidikan adalah studi dan etika praktik untuk memfasilitasi pembelajaran dan peningkatan kemampuan dengan menciptakan, memanfaatkan dan memproses pengelolaan teknologi yang sesuai sumber belajar. Memfasilitasi pembelajaran dan peningkatan kemampuan menjadi kata kunci memahami teknologi pendidikan.

Jika seseorang secara sistematis merancang proses pembelajaran guna memecahkan masalah-masalah yang muncul dalam kegiatan belajar siswa, maka seseorang tersebut sudah berada dalam kawasan teknologi pendidikan. Dalam memfasilitasi pembelajaran siswa, guru dihadapkan pada karakteristik yang beragam. Keragaman ini membutuhkan perlakuan dan perhatian yang beragam pula sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Hal inilah yang kemudian mendasari pembelajaran berdiferensiasi.

Guru sebagai seorang desainer pembelajaran perlu mengetahui peranan teknologi pendidikan dalam pembelajaran berdiferensiasi agar tidak salah memberikan perlakuan terhadap kebutuhan belajar siswanya. Peranan tersebut mencakup beberapa aspek. Berikut ini penjelasannya.

Memecahkan Masalah Belajar

Keragaman kebutuhan belajar siswa tentunya akan menimbulkan beberapa masalah belajar. Adapun keragaman tersebut dapat berupa pengetahuan, gaya belajar, minat dan pemahaman terhadap pelajaran. Teknologi pendidikan hadir sebagai alat untuk mencapai tujuan memecahkan masalah belajar siswa dan memudahkan siswa belajar.

Untuk dapat memecahkan masalah belajar ini, perlu dilakukan analisis kebutuhan belajar terlebih dahulu. Analisis kebutuhan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan individu, kebutuhan sosial dan amanat kurikulum. Analisis kebutuhan ini kemudian digunakan untuk merencanakan proses pembelajaran yang tercantum di dalam rencana pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Dengan demikian, permasalahan dalam belajar dapat diatasi.

Mengembangkan Pembelajaran Bermakna

         Menurut David P Ausubel, pembelajaran bermakna merupakan suatu proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Struktur kognitif meliputi fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi yang telah dipelajari dan diingat siswa.

Dalam hal ini, teknologi pendidikan memainkan peran melalui penciptaan, pemanfaatan dan pemprosesan pengelolaan teknologi sesuai sumber belajar. Menggunakan sumber belajar yang ada, seseorang belajar mengkonstruksi apa yang telah dipelajari dan mengasosiasikan pengalaman, fenomena dan fakta baru ke dalam struktur kognitif mereka. Sumber belajar dapat diperoleh darimana saja. Hal ini mendorong keragaman kebutuhan siswa dapat terjawab lebih dari sekadar teori dan melakukan praktik. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Teknologi pendidikan menghadirkan pembelajaran lebih bermakna dalam keragaman.  

Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Suasana belajar yang menyenangkan bukan hanya harapan guru, tapi juga harapan siswa dan orang tua. Bilamana guru dapat membuat suasana belajar yang menyenangkan bagi siswanya, itulah definisi belajar yang menyenangkan sesungguhnya. Belajar yang membuat siswa belajar tanpa terpaksa. Belajar yang membuat siswa sadar bahwa sesuatu itu harus dipelajari.

Mengingat keragaman kebutuhan belajar siswa, guru memiliki tantangan tersendiri dalam mendesain proses pembelajaran. Di dalam kawasan teknologi pendidikan, seseorang yang menggunakan cara atau media tertentu untuk membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan termasuk ke dalam menerapkan teknologi pendidikan. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bisa dilakukan dengan menerapkan berbagai strategi pembelajaran seperti model, metode, pendekatan, sumber belajar, media dan evaluasi pembelajaran. Strategi pembelajaran yang diterapkan tentunya juga mengacu pada tujuan belajar yang ingin dicapai.

dimuat di Tiras Times


Kehidupan penuh dengan tantangan yang kadang-kadang membuat kita terjatuh dan merasa gagal. Namun, kisah-kisah inspiratif tentang seseorang yang mampu bangkit dari keterpurukan hidup dan meraih kembali cita-citanya membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi perjalanan yang menginspirasi dan memotivasi dari individu yang menghadapi kesulitan besar dalam hidup mereka. Mari kita lihat bagaimana mereka menemukan kekuatan dalam diri mereka sendiri, menghadapi ketidakpastian, dan akhirnya meraih kesuksesan yang mereka impikan.

Tidak ada yang menginginkan keterpurukan dalam hidup mereka, tetapi itu adalah realitas yang bisa terjadi pada siapa saja. Keterpurukan bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti kegagalan dalam hubungan, kehilangan pekerjaan, atau bahkan kehilangan orang yang dicintai. Dalam beberapa kasus, orang-orang mungkin juga merasa gagal dalam meraih cita-cita mereka, yang bisa memicu perasaan putus asa dan kehilangan arah hidup.

Setelah terjatuh dalam keterpurukan, orang sering kali mengalami periode kesedihan, kebingungan, dan keraguan diri. Mereka merasa terjebak dalam lingkaran negatif di mana sulit untuk melihat jalan keluar. Namun, dalam setiap kisah inspiratif, ada momen penentuan di mana individu memilih untuk menghadapi kegagalan dengan kepala tegak.

Langkah pertama menuju pemulihan adalah melihat ke dalam diri sendiri. Individu yang bangkit dari keterpurukan hidup harus melalui proses refleksi mendalam untuk memahami diri mereka, mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, serta menerima keadaan saat ini. Dalam proses ini, mereka belajar untuk menghargai perjalanan hidup mereka sejauh ini dan menerima bahwa kegagalan adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan menuju kesuksesan.

Bagian yang penting dalam bangkit dari keterpurukan adalah mengelola emosi yang muncul. Ketika kita merasa gagal, emosi negatif seperti kekecewaan, marah, dan rasa malu bisa menghantui pikiran kita. Dalam kisah-kisah inspiratif, individu yang berhasil mengatasi keterpurukan mengembangkan strategi pengelolaan emosi yang efektif. Mereka belajar untuk mengenali dan memahami emosi mereka, mencari dukungan dari orang-orang terdekat, dan terlibat dalam kegiatan yang memperkuat keyakinan diri dan kesejahteraan emosional.

Setelah menghadapi diri sendiri dan mengelola emosi, saatnya untuk membangun kembali cita-cita yang mungkin telah terlupakan atau terabaikan. Individu yang bangkit dari keterpurukan menyadari pentingnya merumuskan tujuan yang realistis dan terukur. Mereka menciptakan rencana tindakan yang terstruktur, mengambil langkah kecil namun konsisten menuju kesuksesan, dan menghadapi hambatan dengan ketekunan dan keberanian.

Kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang bangkit dari keterpurukan hidup dan meraih kembali cita-citanya mengajarkan kita bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dalam perjalanan mereka, mereka menemukan kekuatan dalam diri sendiri, belajar menghadapi ketidakpastian, dan akhirnya mencapai kesuksesan. Dalam hidup kita, kita juga bisa mengatasi keterpurukan dan melanjutkan perjalanan menuju impian kita jika kita memiliki tekad dan kepercayaan diri yang kuat.

 



Siapa sih yang gak pengen lanjut kuliah gratis dengan beasiswa? Kuliah dengan beasiswa tentunya akan meringankan pikiran dari beban biaya yang harus dikeluarkan setiap semesternya. Ditambah lagi biaya-biaya lainnya yang tak terduga.

Di hari terakhir bulan mei ini, aku ingin meninggalkan catatan kenangan di sini. Tentang Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) beberapa waktu lalu. Nampaknya aku mulai rajin ngeblog. Semoga tetap rajin sampai bile-bile. 

Pada hari jumat, 26 Mei 2023 yang lalu, telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendikbudristek oleh Kelurahan BPI Unesa 2.0. Kegiatan ini tuh adalah salah satu program kerja Kelurahan BPI Unesa 2.0. Tepatnya di bawah naungan Divisi Akademik dan Beasiswa. Kebetulan aku adalah salah satu anggota divisi ini yang kemudian dalam kepanitiaan diamanahkan sebagai koordinator acara.

Foto diambil setelah semua peserta pulang


Tiap kali merencanakan dan melaksanakan kegiatan sosial dan pendidikan, aku senang sekali. Karena aku memang senang berorganisasi. Bagiku, berorganisasi itu adalah kebahagiaan. Kata temanku, bahagianya aku adalah berkegiatan dan melakukan banyak hal. Kadang-kadang aku terpana-pana juga sama kalimat temanku itu. Tapi ada benarnya. Memang begitu adanya. Justru kalau tidak berorganisasi, semacam ada yang hilang dari hidupku. Salah satu cara untuk menyalurkan 20 ribu kata nya perempuan. Hehe. Gak cuman itu sih. Berorganisasi itu adalah cara menyalurkan pikiran-pikiranku yang terus berputar. Ibarat mesin, pikiranku hanya berhenti ketika tidur. Lebay aku tuh. Berorganisasi juga sama hal nya dengan hiburan+liburan bagiku.

Di tulisan ini aku gak bakal cerita berapa banyak yang hadir dan bagaimana perencanaan program hingga terlaksananya. Karena itu sudah kutulis dalam bentuk rilis berita di sini.

Di sini aku pengen cerita bahwa aku senang sama acara kemarin. Di samping acara nya berlangsung sukses dan lancar, aku merasa kegiatan itu adalah hal yang penting. Teringat ketika setahun yang lalu aku galau mempersiapkan pendaftaran karena keadaan. Kalau aku ceritakan yang sejujurnya, orang gak peduli juga apa yang sudah aku alami selama prosesnya. Orang hanya tahu aku udah dapat beasiswa dan lanjut S2.

Sosialisasi itu menurutku penting karena itulah momen bagi para pencari beasiswa untuk bisa lebih kepo dan mendapat informasi lebih dalam. Secara yang diundang juga pengambil kebijakannya langsung yaitu Pak Anton Rachmadi, yang masyaallah humble banget. Baru datang aja beliau udah nyalami semua hadirin di ruangan itu hingga ke belakang. Padahal kan ya beliau baru aja nyampe ke Surabaya melalui penerbangan dari Jakarta sekitar pukul 06.00 WIB. Keinget pula perjalanan pagi ku dari Jakarta sekitar jam tersebut efek ketinggalan pesawat terakhir menuju Surabaya. Eh, ketinggalan pesawat itu bukan salahku. Salah maskapai dan akhirnya kami dapat ganti rugi setimpal sih.

Dulu ketika persiapan nyari kampus dan BPI, aku tuh ikutin semua zoom meeting yang tersebar. Kebayang kan gimana keblinger aku natapi layar dari hari ke hari. Mulai dari sosialisasi LPDP dan BPI. Kalo ada pertemuan gitu, tak lupa pula aku open mic buat bicara. Ya semacam sounding biar bisa masuk kampus tanpa perlu keluarkan biaya sepeserpun. Secara keluar dari pulau tempat tinggalku saja udah keluarkan uang berapa. Huhuh. Keinget pula waktu itu aku sama teman-teman sounding ke anggota DPRD Riau terkait penyelenggaraan GGD. Gaya banget aku tuh. Bersyukur banget selama di kampus sering ikut sounding, audiensi dan sejenisnya.

Nah, di momen ini aku kebagian ya memberikan testimoni tentang proses pendaftaran biar lancar dan sukses. Jadi aku cerita secara singkat yang menjadi kendala guru-guru untuk lanjut kuliah adalah SK Tubel (Tugas Belajar) bagi PNS. Ini emang hal prioritas yang harus diperhatikan detil bahkan sejak awal baru mau daftar kampus. Hal ini dilakukan dengan rapi supaya tidak terkendala jika nanti diterima kampus dan mendapat beasiswa.

Foto yang dikirimkan temanku yang nonton lewat zoom meeting

 
 
  Foto yang dikirimkan temanku dari dalam ruang acara

Aku orangnya ekstrovert. Jadi harap maklum jika suka ngomong dan ngomongnya berapi-api. Termasuk ketika menulis begini. Ditambah lagi bawaan lingkunganku itu kan suaranya keras. Lihat aja marga di belakang namaku. Udah bawaannya gitu. Hihih.

Alhamdulillah, barokallah. Aku bersyukur bisa dapat BPI. Terlebih paling utama aku bersyukur kuliahnya di usia segini. Sudah merasakan dunia kerja. Aku merasa kuliahku jauh lebih bermanfaat daripada dulu ketika selesai S1 langsung lanjut kuliah. Meski saat itu aku nangis bombay pas tidak mendapatkan BPPDN (Beasiswa PendidikanPascasarjana Dalam Negeri) yang diperuntukkan bagi calon dosen.

Nah gitu deh. Sekilas momen mengharukan bagiku. Aku hanya bisa mendoakan semoga teman-teman yang sedang berjuang mendapatkan BPI atau pun beasiswa apapun, atas izin Allah akan mendapatkannya. Jika sudah berusaha dan berdoa, ternyata tidak Allah kabulkan saat ini, berarti itu yang terbaik bagimu saat ini. Terus berusaha karena kita tak pernah tahu takdir mana yang baik bagi kita selain takdirnya Allah.


Surabaya, 31 Mei 2023 

*Di Gedung Pendidikan Luar Biasa UNESA (sambil menunggu Profesor untuk bimbingan proposal tesis). Doakan ya agar segera bisa nampil seminar.


 

 


Sekitar seminggu yang lalu, tepatnya di hari senin (22/5/23), aku dan teman-teman berkesempatan untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepada para pendidik Madrasah Ibtidaiyah (MI) Wilayah Kerja Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini adalah dalam rangka memenuhi proyek tugas akhir mata kuliah teknologi kinerja dan pengelolaan diklat (TKPD). Di kesempatan ini kami berbagi tentang pemanfaatan media pembelajaran berupa educandy, word wall, dll. Aku juga sempat berbagi sedikit tentang picture book

Dari kemarin aku pengen banget menuliskannya di blog ini. Tapi euh berbagi waktu dan pikirannya lumayan sulit. Hadeh, aku selalu banyak alasan ya. Tapi beneran. Tulisan kali ini sudah terniat begitu proyek akhir mata kuliah ini disusun. Mulai dari rapat awal hingga akhir. Dilanjutkan dengan pelaksanaan di lokasi sasaran.  Ada 6  MI yang ikut kegiatan ini dengan total 36 peserta. Termasuk di dalamnya kepala madrasah. Tempat dilaksanakannya kegiatan ini adalah MI Miftahul Ulum. Kepala Sekolahnya adalah Ibu Siti Nur Muzayatin. Beliau orangnya begitu ramah dan hangat. Aku sebagai orang baru di sini merasa tidak begitu berjarak. Toh juga karena sebenarnya aku sudah terbiasa turun berbagi pengalaman dan ilmu di Kelompok Kerja Guru (KKG) di daerahku. Jadi aku merasa antara ilmu yang didapatkan di bangku perkuliahan saat ini dan duniaku kerjaku sangat menyatu. Klop. Cocok. Pas. Apalagi ya kata yang sesuai untuk mengungkapkan keadaan ini? Hehe. Itu sebabnya aku selalu bersemangat masuk kelas mata kuliah ini. Menurutku ini sih the real of the real dunia kerja. Dan lagi aku bersyukur bisa lanjut kuliah S2 saat ini dimana aku sudah terjun cukup lama di dunia kerja.


Foto momen membagikan buku karyaku ke Ibu Siti Nur Muzayatin


Kembali ke kondisi di lapangan. Kami berangkat dari Surabaya menuju Mojoanyar itu sekitar pukul 06.23 WIB. Tiba di lokasi kegiatan sekitar 07.05 WIB. Tidak begitu lama karena hari masih pagi dan kami melewati tol. Supir kami saat itu adalah Mas Bryan, ketua kelas di S2 Teknologi Pendidikan Unesa angkatan 2022. Orangnya santai dan bisa diandalkan untuk minta bantuan. Peace.

Well, begitu sampai, kami pun beberes dan bersiap-siap. Saat itu, Koordinator Prodi S2 TP Unesa, Pak Andi Mariono hadir bersama Mem Iren, dosen pengampu mata kuliah ini. Di mata kuliah ini beliau mengajar bersama Pak Fajar. Sengaja nih aku tulis nama-nama siapa yang terlibat di dalam kegiatan ini. Buat kenang-kenangan mana tau nanti aku lupa. Eh terlupa karena waktu. Bukan sengaja melupakan.


Foto Pak Andi Mariono dan Mem Irene didampingin Mas Bryan


Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Mbak Jihan dan Pak Bibiet. Mereka orang-orang hebat dalam bidangnya. Aku kebagian bicara dikit aja sebagai laporan ketua pelaksana di kelompok kami. Cius aku ngomong dikit aja. Takut kalo lama-lama nanti orang bosan. Penyakit paling nyata kalo udan pegang mic adalah lupa melepaskannya.


Foto aku lagi ngomong


Kegiatan berjalan dengan lancar dan baik dari awal hingga akhir. Peserta juga antusias. Hal-hal gini nih yang bikin kita semangat. Ada umpan balik. Ketika kita berbicara atau berbagi, yang mendengarkan juga memberikan respon positif. Ketika berbagi seperti ini, sesungguhnya kami sendiri sedang belajar. Belajar lebih banyak dari para pendengar tentang kondisi di lapangan yang mereka rasakan. Sebagai seorang guru, aku paham banget gimana rasanya. Ada masa dimana kita harus berbicara banyak dan maju ke medan tempur. Ada masanya kita cukup diam di tempat dan menyimak (gaya banget ini bahasaku yak).


Foto suasana kegiatan pelatihan


Yang tak kalah penting dalam suksesnya kegiatan ini adalah tim kelompok ini. Ada Mas Nanda yang udah bikinin video dokumentasi dengan apik dan membuatku senang. Ada Mbak Nana dan Indi yang repot bikin sertifikat dan twibon. Ada Avinda yang disibukkan sama MoA dan IA. Ada Syifa yang ambil kendali keadaan menjadi MC. Ada Bu Heni yang sibuk menghitung total iuran dan pengeluaran. Ada Mbak Ika, Pak Riko, Favian dan Mbak Dwi Kartika.

Harapan pribadiku setelah kegiatan ini, ilmu yang sudah dibagikan bisa dimanfaatkan dan jadi amal jariyah bagi kami. Bisa jadi tabungan pahala untuk masuk surganya Allah. Setidaknya kegiatan ini juga memberikan motivasi untuk terus bertumbuh. Manakala kami mulai malas dan lemah, kegiatan ini mengingatkan kami bahwa kami pernah berusaha sekeras ini. Lalu kami kembali bangkit dan berusaha lagi menyelesaikan apa-apa yang sudah kami mulai. Sekian catatan menjelang akhir bulan. Terimakasih kerjasamanya, teman-teman

 

Di kamar asramaku.

Surabaya, 30 Mei 2023


Foto full tim kelompok Mojokerto



Baca juga berita kegiatan ini di sini Pelatihan di Mojokerto bersama Mahasiswa S2 TP Unesa 2022 

Nonton video nya di Jendela Unesa menit 05.34